Minggu, 08 Oktober 2017

MEDIA INTERAKTIF

A. Pengertian  Multimedia  Pembelajaran
Multimedia  adalah  media  yang  menggabungkan  dua  unsur  atau  lebih  media  yang  terdiri  dari  teks,  grafis,  gambar,  foto,  audio,  video dan  animasi  secara  terintegrasi.  Multimedia  terbagi  menjadi  dua  kategori,  yaitu:  multimedia  linier dan multimedia  interaktif.
            Multimedia  interaktif  adalah  suatu  multimedia  yang  dilengkapi  dengan  alat  pengontrol  yang  dapat  dioperasikan  oleh  pengguna,  sehingga  pengguna  dapat  memilih  apa  yang  dikehendaki  untuk  proses  selanjutnya.  Contoh  multimedia  interaktif  adalah:  multimedia  pembelajaran  interaktif,  aplikasi  game,  dll.
            Sedangkan  pembelajaran  diartikan  sebagai  proses  penciptaan  lingkungan  yang  memungkinkan  terjadinya  proses  belajar.  Jadi  dalam  pembelajaran  yang  utama  adalah  bagaimana  siswa  belajar.  Belajar  dalam  pengertian  aktifitas  mental  siswa  dalam  berinteraksi  dengan  lingkungan  yang  menghasilkan  perubahan  perilaku  yangbersifat  relatif  konstan.  Dengan  demikian  aspek  yang  menjadi  penting  dalam  aktifitas  belajar  adalah  lingkungan.  Bagaimana  lingkungan  ini  diciptakan  dengan  menata  unsurunsurnya  sehingga  dapat  mengubah  perilaku  siswa.  Dari  uraian  di  atas,  apabila  kedua  konsep  tersebut  kita  gabungkan  maka  multimedia  pembelajaran  dapat  diartikan  sebagai  aplikasi  multimedia  yang  dignakan  dalam  proses  pembelajran,  dengan  kata  lain  untuk  menyalurkan  pesan  (pengetahuan,  keterampilan  dan  sikap)  serta  dapat  merangsang  piliran,  perasaan,  perhatian  dan  kemauan  yang  belajar  sehingga  secara  sengaja  proses  belajar  terjadi,  bertujuan  dan  terkendali.

B. Manfaat  Multimedia  Pembelajaran
            Secara  umum  manfaat  yang  dapat  diperoleh  adalah  proses  pembelajaran  lebih  menarik,  lebih  interaktif,  jumlah  waktu  mengajar  dapat  dikurangi,  kualitas  belajar  siswa  dapat  ditingkatkan  dan  prises  belajar  mengajar  dapat  dilakukan  di  mana  dan  kapan  saja,  serta  sikap  belajar  siswa  dapat  ditingkatkan.
Manfaat  di  atas  akan  diperoleh  mengingat  terdapat  keunggulan  dari  sebuah  multimedia  pembelajaran,  yaitu:
1. Memperbesar  benda  yang  sangat  kecil  dan  tidak  tampak  oleh  mata,  seperti kuman,  bakteri,  elektron  dll.
2. Memperkecil  benda  yang  sangat  besar  yang  tidak  mungkin  dihadirkan  ke sekolah,  seperti  gajah,  rumah,  gunung,  dll.
3. Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  kompleks,  rumit  dan  berlangsung  cepat atau  lambat,  seperti  sistem  tubuh  manusia,  bekerjanya  suatu   mesin, beredarnya  planet  Mars,  berkembangnya  bunga  dll.
4. Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  jauh,  seperti  bulan,  bintang,  salju,  dll.
5. Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  berbahaya,  seperti  letusan  gunung berapi,  harimau,  racun,  dll.
6. Meningkatkan  daya  tarik  dan  perhatian  siswa.


C. Karakteristik  Media  dalam  Multimedia  Pembelajaran
Sebagai  salah  satu  komponen  sistem  pembelajaran,  pemilihan  dan  penggunaan  multimedia  pembelajaran  harus  memperhatikan  karakteristik  komponen  lain,  seperti:  tujuan,  materi,  strategi  dan  juga  evaluasi  pembelajaran.
Karakteristik  multimedia  pembelajaran  adalah:
1. Memiliki  lebih  dari  satu  media  yang  konvergen, misalnya  menggabungkan unsur  audio dan  visual.
2. Bersifat  interaktif,  dalam  pengertian  memiliki  kemampuan  untuk mengakomodasi  respon  pengguna.
3. Bersifat  mandiri,  dalam  pengertian  memberi  kemudahan  dan  kelengkapan  isi sedemikian  rupa  sehingga  pengguna  bisa  menggunakan  tanpa  bimbingan  oran lain.
Selain  memenuhi  ketiga  karakteristik  tersebut,  multimedia  pembelajaran  sebaiknya memenuhi  fungsi  sebagai  berikut:
1. Mampu  memperkuat  respon  pengguna  secepatnya  dan  sesering  mungkin.
2. Mampu  memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengontrol  laju kecepatan  belajarnya  sendiri.
3. Memperhatikan  bahwa  siswa  mengikuti  suatu  urutan  yang  koheren  dan terkendalikan.
4. Mampu  memberikan  kesempatan  adanya  partisipasi  dari  pengguna  dalam bentuk  respon,  baik  berupa  jawaban,  pemilihan,  keputusan,  percobaan  dan lain–lain.


MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA YANG KURANG GAYA VISUAL DAN AUDIO

Media pembelajaran adalah suatu bahan yang dapat dimanfaatkan (diubah, dibentuk sesuai keinginan) untuk mendukung kelangsungan proses belajar mengajar agar menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar tersebut lebih bermakna dan mengena pada diri peserta didik.
Peserta didik adalah individu yang mempunyai ciri khas masing-masing, mereka mempunyai cara yang beraneka ragam untuk menangkap materi pembelajaran. Ada yang mampu menangkap materi dengan cara mendengar penjelasan dari guru, melihat catatan di papan tulis atau gambar yang ditunjukkan oleh guru, ada juga yang tidak bisa duduk diam saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ketiga jenis gaya belajar itulah, guru harus mampu menciptakan media pembelajaran yang beragam pula, yang meliputi:
 Jenis media :

-         Audio

-         3 Dimensi
-         Audio-Visual
-         Human Media
-         Visual

  Jenis-jenis media, antara lain:
a.      Audio
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar yang menggunakan indera pendengaran, seperti: radio, tape compo, dan penjelasan dari guru. Peserta didik didengarkan sebuah rekaman materi melalui media radio, tape compo. Setelah dilakukan langkah tersebut diharapkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar audio dapat menangkap materi pelajaran dengan mudah. Tetapi dengan hanya menggunakan indera pendengaran, informasi atau materi yang mampu ditangkap hanya 20%.
b.      Visual
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar yang menggunakan indera penglihatan, seperti: poto, poster, gambar-gambar. Peserta didik diperlihatkan sebuah poto, poster, gambar-gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran. Setelah dilakukan langkah tersebut diharapkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual dapat menerima materi pelajaran dengan mudah karena dengan melihat gambar, mereka akan lebih mengenal dan lebih mengerti dibandingkan dengan hanya mendengar. Tetapi informasi atau materi yang mampu ditangkap hanya 30%.
c.      Audio-Visual        
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar penggabungan dari kedua indera, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan. Contoh media: televisi, VCD. Kedua indera tersebut, pendengaran untuk mendengarkan penjelasan dari pemateri, penglihatan untuk melihat gambar yang ditunjukkan oleh pemateri. Media audio-visual cukup baik digunakan daripada hanya audio atau visual saja. Informasi atau materi yang mampu ditangkap 50%.
d.      Model 3 Dimensi
Jenis media ini berfungsi untuk mengasah dan merangsang otak agar lancar digunakan dalam berpikir kritis. Contoh media: Menara hitung, puzzel. Dengan menyusun menara hitung dan mengotak-atik puzzel, peserta didik akan belajar berpikir, bagaimana caranya agar puzzel atau menara hitung tersebut dapat tersusun dengan rapi dan benar.
e.      Human Media

Jenis media ini menggunakan media orang dan lingkungan. Contoh: saat guru menerangkan materi tentang anggota tubuh manusia, guru bisa memakai salah satu peserta didik sebagai medianya. Saat guru membahas materi tentang jual beli, peserta didik digiring ke pasar untuk mengamati kegiatan yang ada di pasar tersebut. Jenis media ini lebih baik digunakan oleh guru karena peserta didik dihadapkan pada kehidupan nyata, lebih konkret. Peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, mereka tidak berandai-andai membayangkan ilustrasi yang diceritakan oleh guru.


MEDIA INTERAKTIF

A. Pengertian  Multimedia  Pembelajaran Multimedia  adalah  media  yang  menggabungkan  dua  unsur  atau  lebih  media  yang  terdiri  d...