Minggu, 08 Oktober 2017

MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA YANG KURANG GAYA VISUAL DAN AUDIO

Media pembelajaran adalah suatu bahan yang dapat dimanfaatkan (diubah, dibentuk sesuai keinginan) untuk mendukung kelangsungan proses belajar mengajar agar menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar tersebut lebih bermakna dan mengena pada diri peserta didik.
Peserta didik adalah individu yang mempunyai ciri khas masing-masing, mereka mempunyai cara yang beraneka ragam untuk menangkap materi pembelajaran. Ada yang mampu menangkap materi dengan cara mendengar penjelasan dari guru, melihat catatan di papan tulis atau gambar yang ditunjukkan oleh guru, ada juga yang tidak bisa duduk diam saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ketiga jenis gaya belajar itulah, guru harus mampu menciptakan media pembelajaran yang beragam pula, yang meliputi:
 Jenis media :

-         Audio

-         3 Dimensi
-         Audio-Visual
-         Human Media
-         Visual

  Jenis-jenis media, antara lain:
a.      Audio
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar yang menggunakan indera pendengaran, seperti: radio, tape compo, dan penjelasan dari guru. Peserta didik didengarkan sebuah rekaman materi melalui media radio, tape compo. Setelah dilakukan langkah tersebut diharapkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar audio dapat menangkap materi pelajaran dengan mudah. Tetapi dengan hanya menggunakan indera pendengaran, informasi atau materi yang mampu ditangkap hanya 20%.
b.      Visual
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar yang menggunakan indera penglihatan, seperti: poto, poster, gambar-gambar. Peserta didik diperlihatkan sebuah poto, poster, gambar-gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran. Setelah dilakukan langkah tersebut diharapkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual dapat menerima materi pelajaran dengan mudah karena dengan melihat gambar, mereka akan lebih mengenal dan lebih mengerti dibandingkan dengan hanya mendengar. Tetapi informasi atau materi yang mampu ditangkap hanya 30%.
c.      Audio-Visual        
Jenis media ini berfungsi untuk mengatasi gaya belajar penggabungan dari kedua indera, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan. Contoh media: televisi, VCD. Kedua indera tersebut, pendengaran untuk mendengarkan penjelasan dari pemateri, penglihatan untuk melihat gambar yang ditunjukkan oleh pemateri. Media audio-visual cukup baik digunakan daripada hanya audio atau visual saja. Informasi atau materi yang mampu ditangkap 50%.
d.      Model 3 Dimensi
Jenis media ini berfungsi untuk mengasah dan merangsang otak agar lancar digunakan dalam berpikir kritis. Contoh media: Menara hitung, puzzel. Dengan menyusun menara hitung dan mengotak-atik puzzel, peserta didik akan belajar berpikir, bagaimana caranya agar puzzel atau menara hitung tersebut dapat tersusun dengan rapi dan benar.
e.      Human Media

Jenis media ini menggunakan media orang dan lingkungan. Contoh: saat guru menerangkan materi tentang anggota tubuh manusia, guru bisa memakai salah satu peserta didik sebagai medianya. Saat guru membahas materi tentang jual beli, peserta didik digiring ke pasar untuk mengamati kegiatan yang ada di pasar tersebut. Jenis media ini lebih baik digunakan oleh guru karena peserta didik dihadapkan pada kehidupan nyata, lebih konkret. Peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, mereka tidak berandai-andai membayangkan ilustrasi yang diceritakan oleh guru.



19 komentar:

  1. menurut saudara sutrimo, bagaimana cara memaksimalkan belajar anak sesuai dengan gaya belajarnya masing?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin berpendapat kk. menurut saya salah satu cara memaksimalkan sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing yaitu dengan menerapkan multimedia pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. terima kasih

      Hapus
    2. menurut saya, cara memaksimalkan belajar anak sesuai dengan gaya belajar masing - masing tentulah berbeda hal ini lah sebagai bentuk cara dalam menerapkan multimedia dg baik dilihat dari segi karakteristik siswa nya terlebih dahulu, karena apabila kita melakukan pembelajaran media nya terlebih dahulu maka bisa jadi tidak optimal dalam pembelajaran nya.

      Hapus
    3. menurut saya cara memaksimalkan ialah sebagi guru kita harus mampu memberikan strategi pembelajaran yang tepat sasaran kepada siswa-siswa kita, guru harus mampu menarik benang merah dari berbagai macam gaya belajar yang siswanya miliki untuk dapat memberikan solusinya baik mempersiapkan media pembelajaran maupun cara atau metode pembelajaran yang menyenangkan.

      Hapus
    4. saya setuju dengan pendapat sutrimo, bahwa guru sebelum mengajar harusnya melihat dulu bagaimana kondisi siswa nya dalam belajar guna kita memaksimalkan strategi dalam pembelajaran

      Hapus
  2. izin bertanya. menurut saudara bagaimana cara guru menyeimbangkan gaya mengajar dengan gaya belajar siswanya yang tidak seragam? atau perlukah pihak sekolah mengelompokkan gaya belajar tertentu dalam satu kelas agar pembelajaran menjadi lebih terkontrol? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menjawab, menurut saya perlu. Karena itu juga akan membantu guru dalam memilih model pembelajaran, sehingga bisa memaksimalkan hasil belajarnya

      Hapus
    2. terimaksih kak tita yang membantu menjawab, menurut saya perlu karena ketika sekolah telah mengumpulkan siswa nya dengan gaya belajar yang seragam maka guru lebih mudah dalam mempersiapkan media pembelajaran dan strategi pembelajaran yang akan dilaksanakan sehingga siswa lebih mudah dan mengerti terkait konsep yang diajarkan dan merubah pemikiran mereka bahwa pelajaran itu sulit melainkan mereka belajar dengan menyenagkan

      Hapus
    3. saya setuju dengan pendapat sutrimo bahwa sekolah perlu menggabung kan siswa nya,dengan maksud bertujuan agar mempermudahkan guru dalam mengajar.tetapi guru perlu mengetahui poitif dan negative nya bagi lingkungan sekolah masing-masing

      Hapus
  3. Izin bertanya sutrimo, menurut anda bagaimana cara mengamati siswa pada kelas berskala besar? Apa harus tetap mengamati satu persatu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menanggapi, selain mengamati mungkin seharusnya sekolah membuat tes tipe gaya belajar siswa, itu sangat membantu guru dalam mengetahui tipe belajar siswa dalam kelas

      Hapus
    2. saya setuju dengan kak nia, sebaiknya demi kelancaran dan kualitas pembelajaran maka sebaiknya sekolah maupun guru melakukan test untuk tipe gaya belajar pada setiap siswanya sehingga mudah untuk dikelompokkan dan mudah untuk disiapkan segala sesuatunya.

      Hapus
  4. Sutrimo.
    Menurut sutrimo, apa tantangan guru-guru di Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat terutama dalam meningkatkan proses pembelajaran peserta didik?

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Menurut saya adalah, mengendalikan diri dan mengendalikan sikap kita terhadap kemajuan teknologi yang ada karena ketika kita hanyut dalam arus negatif perkembangan teknologi maka akan berdampak buruk dalam kehidupan selanjutnya. Namun ketika dapat mengendalikan diri dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin maka kita mendapatkan bantuan dalam keefektifan dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  7. Sutrimo apa kelebihan dan kekurangan siswa dengan gaya visual didalam pembalajaran dikelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi menurut artikel yang saya baca kelebihan dan kelemahan sebagai berikut,
      Kelebihan gaya belajar visual (Visual Learners) antara lain:

      Dapat mengingat detail dan warna dengan sangat baik,
      Mampu membaca, mengeja, dan menghafal pelajaran dengan baik,
      Sangat baik dalam mengingat wajah seseorang, tetapi seringkali lupa dengan nama orang tersebut.
      Saat menghafal dan memahami suatu informasi, biasanya mereka memvisualisasikan gambar atau image dalam pikirannya,
      Umumnya berpenampilan rapi dan baik,
      Ketika memecahkan masalah cara yang dilakukan oleh anak visual adalah dengan membaca informasi, serta membuat daftar mengenai masalah atau hambatan apa saja yang ia hadapi.
      Kelemahan:

      Susah belajar dalam suasana yang ramai , ribut dan banyak gangguan,
      Susah memahami penjelasan guru tanpa disertai dengan gambar atau grafik,
      Terganggu konsentrasinya saat melihat tampilan (baik penampilan seseorang atau tampilan suatu informasi) yang menurutnya tidak menarik atau justru jelek.

      Hapus
  8. Sutrimo apa kelebihan dan kekurangan siswa dengan gaya audio didalam pembalajaran dikelas? dan seperti apakah implementasikan tipe audio dalam media pembelajarannya?

    BalasHapus
  9. menurut teori gaya belajar audiotori memiliki kelemahan sebagai berikut:
    1. kurang baik saat membaca
    2. kurang bisa mengingat ketika membaca tanpa disuarakan
    3. kurang baik ketika menulis karangan
    4. sulit diam untuk waktu yang relatif lama
    5. mudah terganggu oleh keributan
    nah dalam proses pembelajaran tipe audio akan lebih cepat menerima pelajaran dengan cara mendengarkan.

    BalasHapus

MEDIA INTERAKTIF

A. Pengertian  Multimedia  Pembelajaran Multimedia  adalah  media  yang  menggabungkan  dua  unsur  atau  lebih  media  yang  terdiri  d...