TEORI KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA
Pembelajaran multimedia adalah teori pembelajaran yang dipopulerkan oleh Richard R. Mayer yang digunakan sebagai representasi mental dari gambar dan kata-kata yang kemudian dikenal sebagai Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML).
1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran Matematika?
CTML memiliki tiga asumsi dasar. Asumsi yang pertama adalah Dual Chanel, manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua jalur, visual (penglihatan) dan audio (pendengaran). Contohnya yaitu komputer desain program micrososft powerpoint dan radio. Asumsi yang kedua adalah Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari Cognitive Load Theory. Contohnya yaitu kemampuan mengingat atau memahami / otak serta on-screen text. Asumsi yang ketiga adalah Active Processing, manusia menggabungkan berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudia digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintregasikannya dengan pengetahuan yang lain. Contohnya yaitu suara, gambar, dan kata-kata (Meyer, 2003).
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran Matematika?
Dual-Coding adalah model pembelajaran yang dikembangkanberdasarkan prinsip-prinsip Dual-Coding Theory atau Teori Pengkodean Ganda. Teori pengkodean ganda adalah teori yang berasumsi bahwa manusia memiliki dua sistem pengolahan informasi yang berlainan: satu mewakili informasi verbal dan yang lain mewakili informasi visual Solso, 1998). Lebih lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan tentang separated dual-code dan integrated dual-code. Separated dual-code menunjukkan perbedaan yang jelas pada model penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori berdasarkan informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan informasi verbal. Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima dalam bentuk verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan diterima atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat seseorang menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam waktu yang sama, yaitu: 1) membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan informasi verbal yang diterima; 2) membuat gambaran visual serta kesesuaian dengan informasi visual yang diterima; dan 3) membuat kesesuaian hubungan antara gambaran visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
DAFTAR PUSTAKA
repository.uksw.edu/bitstream/123456789/6029/2/T2_942012061_BAB%20II.pdf
https://faisalfatih.wordpress.com/2014/12/14/teori-kognitif-pembelajaran-multimedia-cognitive-theory-of-multimedia-learning/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar